Laman

Selasa, 06 November 2012

MASALAH MASALAH MESIN MOBIL

 Bunyi tik  tik tik pada mesin 

   Setelan klep (valve) yang tidak tepat (terlalu renggang)
Hydraulic Valve Adjuster bermasalah
 Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
Rocker Arm bermasalAH
Pemakaian oli yang tidak tepat / tidak cocok
            Lampu OIL Pressure menyala saat mesin hidup:
·        Jumlah oli pada mesin kurang, atau oli tidak cocok.
·        Sensor tekanan oli bermasalah
·        Pompa oli bermasalah
·        Panas yang berlebihan di dalam mesin
·        Katup Oil Pressure Relief rusak
·        Filter Oli bermasalah
·        Saringan oli pada ruang karter kotor/mampet.
Mesin tidak dapat berputar ketika dicoba dihidupkan:
·        Terminal Accu kendur atau korosi
·        Tegangan Accu kurang atau accu rusak/mati
·        Jalur kelistrikan untuk Starter terputus
·        Kunci Kontak bermasalah
·        Motor starter bermasalah
·        Gigi motor starter atau FlyWheel ada yang patah
·        Saluran Ground/Negatif Accu ke Mesin terganggu/lepas
Terdengar suara mendesis pada mesin:
·        Kebocoran pada inlet manifold atau gasket throttle body
·        Kebocoran pada gasket Exhaust Manifold
·        Kebocoran selang vacuum
·        Kebocoran pada gasket Cylinder Head (robek/terbakar/patah)
Mesin dapat berputar, tapi tidak mau hidup:
·        Bensin habis/kosong
·        Accu soak (mesin berputar sangat pelan)
·        Kabel Accu kendur/korosi
·        Komponen pengapian bermasalah
·        Jalur kelistrikan untuk pengapian terganggu/lepas/rusak
·        Busi rusak atau gap busi tidak tepat
·        Choke bermasalah
·        Sistem penyaluran bahan bakar (Fuel Injection) bermasalah
·        Masalah mekanik (sensor kruk as rusak, timing belt putus, dll)
Mesin susah dihidupkan saat masih dingin:
·        Accu kosong/tegangan kurang
·        Terminal Accu kendur / korosi
·        Busi rusak, setelah gap tidak tepat
·        Choke bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
·        Permasalahan pada pengapian
·        Kompresi silinder rendah
·        Fuel Pressure Regulator bermasalah
Mesin susah dinyalakan saat mesin panas:
·        Filter udara kotor/mampet
·        Choke bermasalah
·        Permasalahan sistem injeksi (fuel injection)
·        Kompresi silinder rendah.
·        Motor starter berisik / kasar saat distarter:
·        Gigi pinion starter/ flywheel patah.
·        Baut dudukan motor starter lepas atau hilang.
·        Komponen di dalam motor starter rusak/aus.
·        Mesin tersendat/tertahan saat akselerasi
·        Busi rusak/setelah gap tidak tepat
·        Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
·        Karburator bermasalah
·        Sistem injeksi (fuel injection) bermasalah
·        Mesin berguncang (stall):
·        Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
·        Filter bensin mampet
·        Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
·        Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
·        Mesin kehilangan tenaga:
·        Pemasangan timing belt yang tidak tepat
·        Filter bensin tersumbat/mampet
·        Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
·        Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
·        Busi rusak/ gap busi tidak tepat
·        Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
·        Rem mengunci
·        Kopling slip (habis)
·        Mesin Backfire (nembak-nembak):
·        Pemasangan Timing Belt tidak tepat
·        Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
·        Sistem Pengapian bermasalah (kabel busi terbalik urutannya)
·        Mesin mau hidup, tapi kemudian mati lagi:
·        Ada permasalahan pelistrikan pada rangkaian pengapian.
·        Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
·        Idle/Langsam tidak rata:
·        Penyetelan idle speed yang tidak tepat.
·        Filter udara kotor
·        Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
·        Busi rusak/ gap busi tidak tepat
·        Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
·        Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
·        Pemasangan Timing Belt tidak tepat
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
·        Mesin mengalami misfire saat idle/langsam:
·        Busi rusak/ gap busi tidak tepat
·        Kabel busi bermasalah
·        Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
·        Karburator bermasalah
·        Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
·        Distributor Cap retak atau aus
·        Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
·        Kabel ground tidak baik/terputus
·        Kebocoran selang ventilasi mesin (crankcase ventilation hose)
·        Mesin mengalami misfire sepanjang perjalanan:
·        Filter bensin mampet/kotor
·        Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
·        Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
·        Busi rusak/ gap busi tidak tepat
·        Distributor Cap retak atau aus
·        Kabel busi bermasalah
·        Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
·        Ignition Coil bermasalah, Karburator bermasalah dan Sistem Injeksi (fuel injection)masalah
 

GANGGUAN YANG SERING TERJADI PADA KONDENSOR DAN CARA MEMERIKSANYA

Kondensor merupakan komponen sistem pengapian yang terdapat (menempel) pada bodi distributor.
Gangguan yang sering terjadi pada kondensor antara lain:

1) Kondensor putus atau bocor
Kondensor sering putus karena kabel kondensor tertarik saat melepas kondensor. Jika kabel kondensor putus maka kondensor tidak dapat berfungsi sehingga percikan api pada kontak pemutus besar, permukaan cepat terbakar, usia kontak platina singkat. Selain itu adanya percikan api pada kontak platina  membuat waktu pemutusan lama sehingga induksi koil rendah, dan akibatnya tegangan yang dihasilkan menyebabkan percikan api pada celah busi tidak stabil, mesin sulit hidup, pembakaran tidak sempurna bahkan dapat pula tegangan yang dihasilkan tidak mampu meloncati celah busi sehingga tidak ada percikan api pada busi dan mesin tidak dapat hidup.
Untuk memeriksa kondensor putus atau tidak dapat menggunakan dua cara yaitu dengan baterai dan dengan ohm meter.
a) Memeriksa kondensor putus atau tidak menggunakan baterai, Caranya:
  • Hubungkan bodi kondensor dengan (-) baterai dan kabel kondensor dengan (+) baterai beberapa saat,
  • Hubungkan kabel kondensor ke bodi kondensor, bila ada percikan berarti kondensor tidak putus atau bocor.
b) Memeriksa kondensor putus atau tidak menggunakan ohm meter, caranya;
  • Hubungkan colok (-) ohm meter ke bodi kondensor dan colok (+) ohm meter ke kabel kondensor,
  • Perhatikan penunjukan jarum ohm meter, jika kondensor tidak bocor maka: jarum penunjuk akan bergerak sedikit kemudian kembali ke tak hingga,
  • Untuk mengulangi pengukuran buang dahulu muatan kondensor, dengan cara; menghubungkan kabel ke bodi kondensor.

2) Kapasitas kondensor tidak tepat
Kapasitas kondensor yang terlalu kecil menyebabkan kondensor tidak mampu menyerap semua induksi primer koil sehingga percikan api pada permukaan kontak tetap besar, platina aus/kotor/terbakar, kecepatan perubahan kemagnetan rendah, arus induksi pada sekunder koil juga rendah, percikan api busi rendah.
Kapasitas kondensor yang terlalu besar menyebabkan arus primer tidak cepat penuh, sehingga kemagnetan rendah, induksi tegangan tinggi rendah, percikan api rendah. Hal itu terutama terjadi pada putaran tinggi, dimana pada saat tersebut waktu yang tersedia untuk mengalirkan arus primer semakin kecil, sehingga belum sampai kondensor tuntas membuang muatan platina sudah tertutup lagi.

Ciri dari pemakaian kondensor dengan kapasitas yang tidak tepat adalah adanya bisul pada permukaan kontak platina. Contoh dari akibat pemakaian kapasitas kondensor yang terlalu kecil ditandai dengan adanya bisul pada permukaan kontak yang bergerak (+) dan adanya lubang pada permukaan kontak yang diam (-). Sebaliknya, pemakaian kapasitas kondensor yang terlalu besar ditandai dengan adanya bisul pada permukaan kontak yang diam (-) dan adanya lubang pada permukaan kontak yang bergerak (+).

Pemakaian Kondensor Dengan Kapasitas Tidak tepat

Untuk memeriksa kapasitas kondensor dapat menggunakan multi meter atau kondensor tester. Cara memeriksa kapasitas kondensor yaitu, sebagai berikut:
  • Pasang kondensor tester yaitu kabel merah pada terminal distributor dan hitam ke bodi distributor (bila kondensor kondisi terlepas maka kabel merah ke kabel kondensor dan kabel hitam ke bodi kondensor).
  • Putar selektor alat ke tanda mikro farad. Baca hasil pengukuran pada skala ukur mikro farad.
  • Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai standar kondensor (nilai kapasitas kondensor biasanya terdapat pada bodi kondensor).